Home » Jogja » Jiwa Korsa Jadi Penyebab Penyerangan di Lapas Cebongan

Jiwa Korsa Jadi Penyebab Penyerangan di Lapas Cebongan



istimewa

Penyerangan dan pembunuhan terhadap empat narapidana di Lapas Cebongan pada Sabtu (23/3) dini hari ternyata adalah tindakan seketika dan dilatari jiwa korsa dan bela kehormatan kesatuan. Wakil Komandan Puspom TNI AD Brigadir Jenderal TNI Unggul K Yudhoyono dalam jumpa pers Kamis (4/4) mengatakan bahwa aksi penyerangan tersebut merupakan tindakan tidak terencana.

Jiwa korsa sendiri memiliki pengertian adalah kesadaran korps, perasaan kesatuan, perasaan kekitaan, suatu kecintaan terhadap perhimpunan atau organisasi.Staplekamps jr. Le luit derat dalam tulisan berjudul corps geest (demilitaire spectator, 1952) mengemukakan bahwa pengertian jiwa korsa terdiri dari faktor – faktor antara lain rasa hormat, rasa hormat pribadi dan rasa hormat pada organisasi/korps dan setia kepada sumpah, janji dan tradisi kesatuan serta kawan – kawan satu korps.

Unggul menjelaskan bahwa tindakan itu secara spontan dilakukan atas dasar jiwa korsa prajurit yang mengetahui rekannya yaitu Sertu Heru Santoso meninggal dunia akibat dibunuh oleh keempat orang yang ditahan di Lapas Cebongan.

“Itu memang tindakan reaktif secara spontanitas yang memang dilakukan oleh seorang prajurit yang mempunyai jiwa korsa yang besar,” terangnya.

 

Facebook Twitter Share on Google+