Home » Berita, Jogja » Penelitian UMY: Abu Gunung Kelud Mengandung Mineral

Kampus

Penelitian UMY: Abu Gunung Kelud Mengandung Mineral



beritajogja.co.id

Tim sedang mengangkut karung berisi abu vulkanik di Kecamatan Danurejan, Rabu (19/2) pagi. (Foto: Swadesta AW)

Debu vulkanik letusan Gunung Kelud yang dirasakan warga Jogja sejak Jumat (14/2) pagi tidak hanya berdampak negatif. Seperti hasil penelitian tim UMY, bahwa debu vulkanik juga memiliki dampak positif bagi pertanian.

“Hasil penelitian dari abu letusan gunung Merapi itu ternyata ditemukan cadangan mineral yang cukup banyak pada abu itu. Selain itu juga mengandung magnesium dan serum yang menurut aspek kimianya, kandungannya itu merupakan sumber nutrien bagi pertanian. Tapi dengan syarat, abu letusan gunung itu sudah mengalami proses lapukan,” papar Wakil Rektor Bidang Akademik UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, Senin (24/2) siang.

Proses lapukan itu, lanjut Dosen Pertanian UMY ini, adalah pelepasan unsur-unsur yang terkandung dalam abu sehingga terlepas dari unsur primernya. Unsur yang baru itu bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Asalkan, proses pelapukan terjadi karena alam.

“Seperti basah – kering, basah – kering. Kalau dia abu murni, setahun dua tahun sudah bisa digunakan. Tapi kalau dia bercampur dengan material lain, butuh waktu bertahun-tahun,” ujarnya.

Penelitian UMY sendiri berlangsung mulai Jumat (21/2). Penelitian dimulai dari pengumpulan abu kelud dari UMY dan sekitar Malioboro oleh tim relawan. UMY sendiri menyediakan dua truk untuk mengangkut abu. Setelah itu abu kemudian dibawa ke lab dan diteliti.

Facebook Twitter Share on Google+