Home » Film, Hiburan » Ingatkan Peran Sultan HB IX, Dinas Kebudayaan Luncurkan Film “Sebelum Serangan Fadjar”

Film

Ingatkan Peran Sultan HB IX, Dinas Kebudayaan Luncurkan Film “Sebelum Serangan Fadjar”



Dokumen Pistol Karet/Kaskus

Kontroversi dan perdebatan siapa inisiator Serangan Umum 1 Maret terus bergulir paska era Orde Baru usai. Perdebatan siapa di antara Letkol Soeharto atau Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX yang menjadi inisiator serangan yang membuat nama Indonesia kembali diakui di mata dunia ini tak kunjung ditemukan jawabannya. Menjawab perdebatan tersebut, Dinas Kebudayaan Jogjakarta yang bekerja sama dengan Sanggit Citra Film pun meluncurkan sebuah film yang diberi judul Sebelum Serangan Fadjar.

Film berdurasi 33 menit tersebut menceritakan bagaimana awal mula penyusunan strategi sebelum Serangan Umum 1 Maret dilaksanakan. Menurut sutradara film Sebelum Serangan Fadjar, Triyanto Hapsoro pihaknya memang ingin membuat dan menampilkan sisi lain dari Serangan Umum 1 Maret yang selama ini jarang diketahui oleh masyarakat umum yaitu tentang bagaimana awal mula, ide dan strategi sebelum serangan tersebut dilaksanakan.

“Film dimulai dengan penggambaran kondisi sosial masyarakat Jogja ketika itu. TNI saat itu digambarkan harus bersembunyi dari kejaran tentara Belanda dengan berbaur bersama masyarakat biasa. Meskipun demikian, TNI saat itu sedang menyusun strategi untuk menyerang Belanda. Jendral Soedirman dan Soeharto saat itu sedang menyusun strategi merebut kemerdekaan dari Belanda. Di saat yang bersamaan, Sri Sultan HB IX juga mencemaskan kondisi Republik Indonesia yang seolah-olah sudah tidak ada dan dianggap berada dalam kekuasaan Belanda oleh dunia internasional,” terang Triyanto saat ditemui dalam peluncuran preview film di Dinas Kebudayaan.

Triyanto melanjutkan bahwa kemudian Soedirman dan Sri Sultan HB IX pun berembug. Kemudian Soedirman meminta kepada Sri Sultan HB IX untuk berkoordinasi dengan Soeharto yang saat itu menjadi komandan daerah Jogjakarta. Kemudian keduanya bertemu di Prabuningratan untuk membahas strategi Serangan Umum 1 Maret.

Senada dengan Triyanto, Kepala Dinas Kebudayaan Jogjakarta, GBPH Yudaningrat mengatakan bahwa film tersebut ingin mengungkap sisi lain dari Serangan Umum 1 Maret yang mengedepankan awal mulanya pencetus ide serangan tersebut. Gusti Yuda menambahkan bahwa siapa pencetus ide awal Serangan Umum 1 Maret merupakan bagian dari sejarah dan harus disesuaikan dengan kenyataan aslinya sehingga bisa dipahami oleh anak cucu bangsa Indonesia.

Proses pembuatan film Sebelum Serangan Fadjar ini sendiri dimulai dengan riset sejak Februari 2014 yang lalu. Sedangkan proses pengambilan gambarnya hanya memerlukan waktu 6 hari. Semua lokasi pengambilan gambar dilakukan di Jogjakarta seperti di daerah Prabuningratan, Bantul, Jalan Mataram dan Taman Sari.

Facebook Twitter Share on Google+