Home » Berita, Jogja » Wabup Sleman Ajak Siswa SD Menulis di Kartu Pos

Pendidikan

Wabup Sleman Ajak Siswa SD Menulis di Kartu Pos



Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu tengah memberikan materi penulisan di kartu pos untuk siswa kelas 1 SD Denggung, Senin (10/11) pagi. (Foto: Swadesta/beritajogja.co.id)

Sedikit pejabat yang menyadari pentingnya budaya literasi bagi generasi bangsa. Literasi mencerdaskan bangsa, terlebih lagi jika dimulai dan dibiasakan sejak dini. Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, barangkali satu dari sekian sedikit pejabat yang sadar pentingnya budaya literasi.

Menyambut Hari Pahlawan, Senin (10/11) pagi di sejumlah sekolah Dasar (SD) di Sleman, Yuni turun ke sekolah-sekolah dan mengajak para siswa agar mulai membiasakan diri menulis.Dalam workshop penulisan yang dilakukan Yuni, ia mengajarkan cara menulis di sebuah kartu pos.

Menyasar siswa SD kelas 1, Wabup mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesukaan menulis sejak dini dan membangkitkan kembali budaya literasi. Selain itu workshop ini juga memfasilitasi para siswa yang tidak memunyai banyak kesempatan menulis.

“Mereka saya ajak ngobrol santai dan kasih tips menulis di kartu pos. Soalnya, menulis harus diajarkan sejak dini. Anak-anak SD ini kesempatan menulisnya kecil, paling pas di pelajaran,” kata Yuni ditemui di SD Denggung.

Tulisan di kartu pos tersebut diarahkan pada penulisan puisi dan tulisan soal Kabupaten Sleman. Para siswa dibebaskannya untuk menulis segala hal, mulai dari yang baik sampai buruk. “Pokoknya tulis yang buruk-buruk juga nggak apa-apa. Saya sudah sering dengar yang baik-baik,” lanjut Yuni.

Kartu pos hasil tulisan para siswa SD ini pun akan dikirimkan pada pemerintah daerah sebagai media dalam penjaring informasi. Selain itu tidak menutup kemungkinan juga kartu pos itu akan dikirimkan pada Presiden Jokowi dan pemerintah pusat. “Boleh juga dikirimkan ke Pak Jokowi,” katanya singkat.

Apa yang dilakukan Wabup Sleman diapresiasi oleh aktivis Gerakan Literasi Indonesia, Prima Sulistya Wardhani. Prima terkejut masih ada pejabat daerah yang mau bersusah payah membudayakan literasi, khususnya penulisan pada anak-anak. “Patut diacungi jempol sih. Kala pejabat lain ngomongin politik da teori, Mbak Yuni bisa langsung praktek dan membudayakan literasi ke anak-anak,” pujinya.

Facebook Twitter Share on Google+