Pendidikan
Syafii Maarif: Pendidikan di Indonesia Bermental PNS
Pendidikan di Indonesia masih bercirikan kolonialisme. Tujuan utamanya adalah mencetak individu sebagai manusia tak punya inisiatif, tertib, selalu menunggu perintah, dan menurut pada atasan. Demikian Syafii Maarif mengemukakan secuil pandangannya tentang pendidikan di Indonesia dalam Kongres Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan II di Balai Senat UGM, Senin (5/5).
Kondisi pendidikan di Indonesia disebut Buya, sapaan akrab Syafii Maarif, bermental amtenarisme dengan menjadi PNS menjadi tujuan utama. Artinya setelah selesai menempuh pendidikan, PNS adalah cita-cita yang melahirkan tidak sedikit cara curang mendapatkannya. “Sikap mental seperti ini masih terus berlanjut. Akibatnya daya tampung pegawai negeri yang terbatas ini menjadi ajang rebutan dengan segala sistem pencaloannya yang kumuh dan kasar,” tegas tokoh Muhammadiyah sekaligus Sejarawan ini.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menyebabkan makin sedikitnya lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Sebab yang dipikirkan hanyalah diri sendiri. Kondisi ini bakal berdampak pula pada meningkatnya jumlah penganggur terdidik. “Jangan kita diam. Kita punya Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 yang harus dirawat dengan baik. Sayangnya sistem pendidikan nasional banyak tidak memasukan nilai-nilai penting dari ke duanya,”paparnya.
Berita Terkait
- Sultan HB X: Jangan Maknai Pilpres Sebagai Perang Baratayuda
- Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Perusakan Bangunan Ibadah di Pangukan
- Garbhita Tuntut Ormas Anarkis dan Tidak Berazas Pancasila Dibubarkan
- Seniman Legendaris ini Ngamen Keliling Jogja Demi Jokowi
- Sultan HB X Prediksikan Jerman Juara Piala Dunia




