Budaya
Sawung Jabo: Pemerintah Belum Perhatikan Para Seniman Jogja
Menjadi seniman di Jogjakarta tentu bukanlah hal yang mudah. Jogjakarta yang dikenal sebagai kota budaya dan kota seni banyak melahirkan seniman-seniman dari berbagai aliran kesenian. Untuk menjadi seorang seniman yang diakui karyanya tentu bukan hal yang mudah dan harus menempuh jalan yang tidak gampang.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Sawung Jabo dalam diskusi Gelar Maestro Rindu Jogja 2014 yang diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja di Hotel Inna Garuda, Senin (6/10) pagi.
Menurut Sawung Jabo, Jogjakarta banyak memiliki seniman-seniman yang luar biasa. Namun, banyaknya seniman yang muncul belum mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah. Pemerintah belum serius dan kurang luwes dalam memberikan ruang kepada seniman untuk mengembangkan karya seni dan kreatifitasnya.
Sama dengan Sawung Jabo, seniman komedi asal Jogja, Anang Batas juga menyoroti kurang perhatiannya pemerintah terhadap para seniman. Ia mencontohkan bahwa ketika ada seniman tua yang sakit atau terkena musibah, pemerintah seakan lupa dengan prestasi mereka mengharumkan nama Jogja.
“Kita bahkan sering bikin charity atau pengumpulan dana membantu para seniman tua. Harusnya para seniman tetap ada yang ngopeni,” katanya.
Meskipun demikian, kekurang seriusan pemerintah dalam mendukung proses kreatif para seniman oleh Sawung Jabo disarankan supaya jangan dijadikan halangan. Kerja keras dari senimanlah yang dianggap Sawung Jabo menjadi kunci kesuksesan seniman.
“Seniman harus berani bergerilya! Jangan takut main dari panggung desa yang tidak komersil! Kerja keras dan proses kreatiflah yang membentuk seniman,” ujar Sawung Jabo.




