Semburan Asap di Berbah
KLH Selidiki Material Penyebab Semburan Asap di Berbah
Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Sleman tengah menyelidiki material yang diduga menjadi penyebab semburan asap di Berbah. Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala KLH Sleman, Ephipana Kristayani, bahwa pihaknya akan menyelidiki lebih dulu tentang material tersebut.
“Kami belum mengetahui apakah material itu sisa pembakaran pabrik spritus atau pabrik gula. Soalnya itu perlu diuji materialnya apakah batu bara atau biotong. Semuanya harus dipastikan lebih dulu” jelasnya, Selasa (4/11) ditemui di kantornya.
Pihaknya juga akan menguji air sumur warga untuk mengetahui apakah terkontaminasi atau tidak. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa warga sekitar tidak terkena dampak dari material penyebab semburan asap yang membuat geger, Senin (3/11) lalu. “Kita juga akan melihat air sumur penduduk seperti apa. Kita akan menguji air sumur, karena kami khawatir ada apa-apaSetelah itu kita juga akan rapat klarifikasi dan berkoordinasi dengan Provinsi selama dua minggu ke depan,” tambahnya.
Sementara itu Camat Berbah, Tinas Hastani, mendukung langkah pengujian air sumur warga ini. Pengujian penting dilakukan untuk mengetahui dampak adanya semburan panas tersebut pada warga sekitar. “Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi pencemaran air yang mungkin terjadi akibat peristiwa di Dusun Kranggan Baru Desa Jogotirto, Berbah kemarin,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa asap panas tiba-tiba muncul dari dalam tanah di sebuah pekarangan Dusun Kranggan Baru RT 02 RW 03 Desa Jogotirto,Berbah, Sleman, Senin kemarin.
Munculnya asap panas di lahan milk Jafar Sodiq ini menghebohkan warga. Petugas BPBD Sleman harus mengerahkan satu mobil pemadam kebakaran dan satu mobil tangki untuk mendinginkan lokasi semburan asap panas. Polisi pun langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi.


