Mensesneg ke Jogja
Nge-Jogja, Mensesneg Ogah Dikawal Polisi
Menjadi Mensesneg tidak membuat Pratikno mau begitu saja memakai fasilitas negara dan pengamanan. Dalam kunjungannya ke UGM, Sabtu (8/11) malam Pratikno pun menolak dikawal oleh kepolisian dan ajudan. Memakai mobil pribadi dan tanpa kawalan buat Pratikno lebih asik daripada dikawal.
“Ngapain ke Jogja pake kawal-kawalan. Waktu saya mau berangkat, ajudan sudah bilang kalau semuanya sudah siap. Saya tanya,’apanya yang siap?’ lalu dijawab ‘semuanya Pak’ habis itu ya saya suruh batalkan semua kesiapan itu,” cerita Pratikno, Sabtu (8/11) malam di UGM.
Kabid Humas UGM, Wiwid, yang pernah dibawahi Pratikno ketika masih aktif menjabat rektor menambahkan bahwa kebiasaan itu sudah lama ada dalam diri Mensesneg. Dia menceritakan bahwa Pratikno bahkan tiba-tiba pernah menghilang dari kawalan saat main ke sebuah pusat perbelanjaan.
“Dia (Pratikno) ini masih aja begitu. Nggak mau dikawal atau diajudani. Ke Mall aja pernah hilang begitu,” ceritanya yang lalu disambut tawa wartawan.
Kunjungan Mensesneg ke kantor lamanya ini untuk menghadiri undangan diskusi bertajuk Dukungan Lintas Sektor/Kementrian dalam Pengelolaan Pendidikan Tinggi Pada Pemerintahan Baru yang diadakan UGM. Selama acara, Pratikno terlihat santai dan sumringah. Ia bersenda gurau uang diselingi dengan tawa yang panjang.
Diskusi ini pun menjadi ajang curhat pimpinan UGM serta Pratikno sendiri. “Waktu dipilih jadi Menteri sama pak Jokowi, saya cuma bisa bilang, ‘Innanillahi’ tugas yang berat. Tapi bismillah saja,” curhatnya



